Monday 17 August 2015

5 Cara untuk Menghindari Terjadinya Inkontinensia



Faecal incontinence may now be treated by a new procedure known as the GateKeeper, which helps strengthen anal canal muscle.
Sumber gambar: http://www.healthxchange.com.sg/healthyliving/SpecialFocus/Pages/faecal-incontinence-new-treatment-improves-bowel-control.aspx

*Inkontinensia adalah ketidakmampuan menahan air kencing yang dapat membuat permasalahan sosial, medik maupun ekonomi yang berkaitan dengan kebersihan/kesehatan seseorang.

Kebanyakan orang lebih memilih melakukan kontrol kandung kemih sebagai jaminan - karena terjadinya gangguan pembuangan urin yang berpengaruh pada kehidupan sosial dan pekerjaan sehari-hari.
Seringkali, penyebab inkontinensia berada di luar kendali seseorang. Misalnya, pada wanita, inkontinensia adalah efek samping yang umum terjadi pada saat melahirkan. Untuk pria, paling  sering terjadi karena efek samping dari pengobatan masalah prostat.
Meskipun tidak mungkin untuk menghindari terjadinya inkontinensia, Anda dapat mengambil langkah-langkah berikut untuk menurunkan resiko terjadinya masalah ini.

  1. Watch your weigh. Kelebihan berat badan dan inkontinensia dapat berjalan beriringan, terutama bagi wanita. Satu teori menyebutkan bahwa lemak perut yang berlebihan dapat melemahkan otot-otot dasar panggul dan menyebabkan stres inkontinensia (mengompol saat batuk, tertawa, bersin, dan lain-lain). Pada beberapa kasus, dengan menurunkan berat badan dapat memperbaiki inkontinensia.
  2. Don't smoke. Merokok mempengaruhi kesehatan anda pada banyak hal. Merokok juga dapat melipatgandakan kemungkinan seorang wanita menderita stres inkontinensia. Nikotin telah dikaitkan dengan penyebab inkontinensia.
  3. Stay active. Dalam Nurses' Health Study, wanita paruh baya yang selalu aktif paling sedikit kemungkinan untuk timbulnya inkontinensia.
  4. Minimize bladder irritants (mengurangi iritasi kandung kemih). Kafein dan alkohol berpengaruh pada munculnya inkontinensa (rasa kencing tetapi kandung kemih belum penuh). Minuman berkarbonasi, pemanis buatan aspartam (Nutrasweet), makanan pedas, dan buah
  5. Dont strain with bowel movements (Jangan kencangkan pergerakan usus). Hal ini dapat melemahkan otot-otot dasar panggul. Jika kotoran anda sering sulit keluar atau memerlukan tenaga ekstra untuk melakukannya, diskusikanlah dengan dokter anda. Dalam suatu penelitian yang melibatkan orang tua berusia lebih dari 65 tahun, pengobatan pada semelit dapat meningkatkan berbagai gejala uriner, termasuk frekuensi, urgensi dan peradagangan. Meningkatkan asupan serat pada pola makan anda dan minum cukup air dapat membantu mencegah sembelit.

Pengobatan untuk inkontinensia urin adalah lebih efektif dan sedikit invasif dibandingkan dengan sebelumnya. Jika anda memiliki masalah dengan gangguan buang air kecil, jangan diam saja. Segera konsultasikan ke dokter anda.

Sumber: Healthbeat Newsletter, 13 August 2015. Harvard Medical School. Trusted advice for healthier life.

No comments:

Post a Comment