Friday 27 November 2020

Kolesterol dan Penyakit Jantung: Manfaat dari Diet (Pola Makan)

 

Sumber gambar: https://www.health.harvard.edu/heart-health/11-foods-that-lower-cholesterol

Pada awalnya, informasi tentang kolesterol dalam aliran darah dikaitkan dengan penyakit jantung yang memicu perang habis-habisan terhadap kolesterol dalam makanan. Sejak tahun 1960-an, orang-orang mulai diimbau untuk menjauhi makanan yang kaya kolesterol, seperti telur, produk susu, dan beberapa jenis makanan laut. Tapi hari ini, ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa, bagi kebanyakan orang, kolesterol makanan (kolesterol dalam makanan) hanya memiliki efek sederhana pada jumlah kolesterol dalam aliran darah. Faktanya, Pedoman Diet untuk Orang Amerika 2015-2020 menghapus rekomendasi sebelumnya untuk membatasi kolesterol makanan hingga 300 miligram (mg) per hari — meskipun tetap menyarankan kehati-hatian pada asupan keseluruhan. Pola makan Anda jelas berperan dalam menentukan kadar kolesterol Anda, tetapi jika Anda seperti kebanyakan orang, faktor terpenting bukanlah seberapa banyak makanan kaya kolesterol yang Anda makan. Sebaliknya, tergantung pada apa saja yang Anda makan. Mengetahui hal tersebut merupakan proses pembelajaran.

Yang terpenting, pedoman tersebut tidak mengubah rekomendasi tentang lemak jenuh, yang ditemukan terutama pada makanan hewani seperti daging dan produk susu — dan sering ditemukan dalam makanan berkolesterol tinggi. Lemak jenuh dalam makanan jelas meningkatkan LDL dalam jumlah yang signifikan dan harus tetap dikonsumsi dalam jumlah terbatas. Dan meskipun beberapa penelitian telah meragukan kebijaksanaan konvensional bahwa lemak jenuh terkait dengan penyakit jantung, akan tetapi penelitian lain mendukung kaitan tersebut.


Makanan tinggi serat, rendah lemak jenuhnya bisa menurunkan kolesterol

Sementara lemak jenuh dan kolesterol makanan sama-sama berperan dalam tingkat kolesterol Anda, para ahli menekankan bahwa perubahan pola makan terpenting yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan angka kolesterol adalah dengan menyesuaikan pola diet Anda secara keseluruhan. Yang terbaik adalah diet kaya buah-buahan, sayuran, ikan, dan biji-bijian. Ini membantu dalam dua cara. Pertama, semakin banyak makanan sehat yang Anda makan, semakin sedikit Anda umumnya mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan karbohidrat olahan, yang kedua hal tersebut  merusak sistem kardiovaskular. Kedua, makanan berserat tinggi membantu mengurangi kadar kolesterol Anda dengan membuat lemak makanan yang tidak sehat lebih sulit diserap dari usus.

Namun, hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Bagi orang yang berisiko tinggi penyakit jantung, upaya diet tidak cukup menurunkan kolesterol. Orang lain secara genetik cenderung memiliki kolesterol darah tinggi terlepas dari apa yang mereka makan.

Sumber: Healthbeat Newsletter, 26 November 2020. Harvard Medical School. Trusted advice for healthier life


No comments:

Post a Comment