Spaghetti adalah salah satu jenis pasta.
Pasta merupakan sebutan untuk produk-produk makanan yang terbuat dari adonan
yang tidak melalui proses pengembangan. Adonan ini berasal dari campuran gandum
(wheat) atau soba (buckwheat) dengan air. Ada banyak bentuk dan nama dari
produk pasta tersebut, antara lain spaghetti (bentuk tali), maccheroni (bentuk
tabung atau silinder), fusilli (bentuk spiral), dan lasagna (bentuk lembaran).
Pasta dikenal juga dengan sebutan Italian Noodles. Sebagai makanan, pasta
adalah salah satu sumber karbohidrat.
Kali ini kita akan menggunakan spaghetti
sebagai bahan dalam pembuatan resep sehat. Dari segi etimologi, spaghetti
adalah bentuk jamak dari spaghetto yang merupakan bahasa Italia yang artinya
thin string (kawat tipis) atau twine (benang). Spaghetti adalah pasta berbentuk
silinder panjang dan tipis, berbentuk kering dan dibuat dari campuran terigu
dan air. Di Italia, spaghetti dibuat dari semolina yang berasal dari gandum jenis
durum. Semolina adalah sebutan hasil olahan biji gandum yang berbentuk butiran,
dan merupakan bahan baku untuk pembuatan pasta. Sedangkan pasta yang dibuat di
luar Italia, kebanyakan menggunakan jenis tepung yang lain.
Memasak spaghetti agak susah-susah gampang.
Spaghetti dimasak dengan cara direbus selama waktu tertentu. Spaghetti yang
diinginkan harus mempunyai tekstur “al dente” (bahasa Italia yang artinya to
the tooth). Pada kondisi ini, tekstur spaghetti ini lembut dan kokoh. Jika
waktu pemasakan terlalu cepat, spaghetti yang dihasilkan tidak matang,
sedangkan jika terlalu lama, spaghettinya akan menjadi lembek. Akan tetapi ada
beberapa jenis spaghetti yang memang dimasak sampai terlalu lembut, misalnya
Spaghettoni (spaghetti yang berukuran
lebih tebal dan membutuhkan waktu memasak lebih lama). Jenis lain yaitu
spaghettini dan vermicelli yang berukuran lebih halus dari spaghetti hanya
memerlukan waktu pemasakan yang lebih cepat.
Untuk memasak spaghetti, air terlebih
dahulu harus dalam keadaan mendidih, dan volume air yang digunakan harus bisa
merendam spaghetti yang akan kita masak. Biasanya garam ditambahkan dalam air
perebusan. Penambahan garam bertujuan memberikan citarasa pada spaghetti yang
dimasak. Lama pemasakan biasanya antara 10-15 menit. Cara memasak
spaghetti bisa dilihat pada kemasan
spaghetti.
Spaghetti biasanya disajikan bersama saus.
Salah satu contoh saus spaghetti yang terkenal yaitu saus Bolognese (atau Bolognaise
dalam bahasa Prancis). Saus ini berasal dari Bologna, Italia. Saus Bolognese
biasanya terbuat dari campuran daging sapi, pancetta, wortel, seledri, bawang
Bombay, saus tomat, susu, wine (anggur), lada dan garam. Kali ini kita tidak
membuat saus tapi kita akan membuat saus spaghetti menggunakan ikan sardines
kalengan dan pembuatannya pun cukup mudah.
Untuk 4 porsi
Bahan
200 g whole wheat spaghetti
1 kaleng ikan sardines
60 g Saus sambal
80 g bawang Bombay (potong kecil)
1 sdm minyak sawit
4 sdm
oatmeal instant
200 ml air
30 g parutan keju (untuk taburan)
Cara membuat
Saus:
- Tumis bawang Bombay sampai harum dengan api kecil.
- Masukkan sardines dan saus sambal sambil diaduk dan dihancurin ikannya.
- Masukkan air.
- Masukkan oatmeal instan sambil diaduk dan dimasak sampai agak kental. Angkat. Sisihkan.
Spaghetti:
- Rebus air mendidih air dan ditambah sedikit garam.
- Masukkan spaghetti dan masak selama sekitar 13 menit (baca keterangan pada kemasan). Angkat dan tiriskan.
- Pindahkan ke dalam piring saji. Siram dengan saus yang sudah dimasak tadi.
- Tambahkan parutan keju diatasnya. Sajikan.
Nilai gizi per porsi
Energi: 307 kkal
Lemak: 12.5 g
Karbohidrat: 36 g
Serat: 8 g
Protein:
12.5 g
Tips dan Saran
- Jika ingin yang bercitarasa agak pedas, bisa ditambahkan cabe atau saus sambalnya ditambah lebih banyak.
- Penggunaan jus tomat (tomat yang dihancurin tanpa penambahan apa-apa), bisa meningkatkan nilai gizi terutama dari segi kandungan antioksidannya.
No comments:
Post a Comment