Sunday 18 August 2013

Having Fun With UN Soy Protein – Part 5 Chocolate Soy Protein for Cereal Breakfast





Untuk penggemar produk kedele, ada baiknya juga mencoba resep berikut. Tapi sebelumnya saya akan bercerita sedikit mengenai soy bean. Beberapa kali saya membaca kontroversi mengenai soy bean. Ada yang mengatakan bahwa soybean mempunyai efek yang negative buat tubuh dan ada juga yang mengatakan soybean is very good.
Let’s analyze this. Suatu jenis makanan bisa diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi jika konsumsinya berlebih bisa menyebabkan gangguan kesehatan, sedangkan di sisi yang lain jika kekurangan dan tidak mendapat asupan pengganti bisa menyebabkan gangguan kesehatan juga. Oleh sebab itu kita dianjurkan untuk mengkonsumsi beraneka ragam makanan yang diolah dengan cara yang sehat. Tujuannya yaitu untuk saling melengkapi komponen-komponen zat gizi yang diperlukan tubuh kita (complete each other). Secara alami whole soybean (kacang kedele utuh) mengandung beberapa zat toksin dan zat antigizi yang jika sering termakan oleh manusia dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Beberapa zat tersebut antara lain yaitu goitrogen (bisa menyebabkan kanker tiroid), asam fitat (menyebabkan gangguan penyerapan zat besi, kalsium, tembaga dan seng) , dan zat penghambat trypsin (anti trypsin) (bisa mengurangi kemampuan mencerna protein).
Sebenarnya, zat-zat ini bisa diinaktifkan dengan cara mengolah soy bean tersebut. Salah satu cara yaitu dengan fermentasi misalnya dibuat tempe. Selain itu dengan cara pemasakan, zat-zat ini bisa diinaktifkan sehingga tidak mengganggu proses metabolism dalam tubuh.
Goitrogen tidak hanya terdapat pada soybean. Beberapa jenis makanan yang mengandung goitrogen antara lain singkong, kacang tanah, broccoli, bayam, strawberry dan pir. Goitrogen bisa diinaktifkan dengan cara pemasakan. Tofu dan soybean milk dibuat melalui proses pemasakan.
Asam fitat dan zat anti trypsin akan berkurang secara signifikan dengan hanya melalui cara pengolahan makanan secara rumahan (wash and cooking). Selain itu vitamin C dapat juga mengurangi pengikatan zat besi oleh asam fitat.
Satu hal lagi nih, yaitu mengenai kandungan phytoestrogen pada soybean. Satu studi mengenai soy protein yang diujicobakan ke monyet Rhesus menemukan bahwa soy protein tidak memberikan pengaruh terhadap hormone reproduksinya. Tidak ada perbedaan antara hewan jantan yang mengkonsumsi soy protein yang mengandung phytoestrogen dan yang mengkonsumsi soy protein yang telah dihilangkan phytoestrogennya. Parameter yang diuji yaitu antara lain dari kadar testosterone, DHAES (Dehydroepiandrosterone Sulfate), SHBG (sex hormone binding globulin), berat testis, dan berat prostat.
Mengapa pilih Soy Protein Isolate? Soy protein isolate telah melalui proses pengolahan sehingga masalah zat toksin dan zat anti nutrisinya bisa dihilangkan atau aktifitasnya berkurang secara dramatis. Selain itu ada penambahan methionine yang meningkatkan Nilai BV (kualitas protein) dan nilai nutrisinya. Nilai BV (Biological Value) adalah indikator yang akurat yang menunjukkan aktifitas biologi dari protein dan menunjukkan jumlah protein yang disimpan per gram protein yang diserap tubuh.

Untuk 1 porsi
Bahan:
30 g UN Chocolate Soy Protein Isolate
20 g corn flake
10 g kismis
250 ml air hangat

Cara Membuat
  1. Campurkan corn flake dan kismis dalam gelas. Sisihkan.
  2. Larutkan soy protein dengan air hangat.
  3. Tuang soy protein yang sudah dilarutkan ke dalam gelas berisi corn flake.
  4. Hidangkan.

Nilai gizi per porsi
Energi: 231 kkal
Lemak: 1.5 g
Karbohidrat: 27.7 g
Serat: 1 g
Protein: 26.8 g

Tips dan Saran
  1. Corn flake bisa diganti dengan oatmeal atau potongan roti gandum.
  2. Tambahkan pemanis yang aman jika ingin rasa yang manis.

No comments:

Post a Comment