Sunday 28 January 2018

Gaya Mediterania: Diet dengan Lemak dan Karbohidrat Sehat

Sumber gambar: https://www.unitypoint.org/madison/article.aspx?id=d3b84dd5-01e2-4a92-9508-bdeba38e5277


Seperti halnya terdapat "karbo baik" dan "karbo jahat", terdapat juga lemak baik dan lemak jahat. Gaya makan mediterania menekankan pada lemak dan karbo sehat.

Lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol digolongkan menjadi lemak jahat. Lemak baik terdiri dari lemak tak jenuh tunggal (contohnya terdapat pada minyak zaitun) dan lemak tak jenuh ganda (contohnya pada bahan makanan seperi ikan, minyak canola, dan kacang walnut). Diet Mediterania yang dianjurkan oleh Mollie Katzen dan Profesor Harvard Walter Willett di buku Eat, Drink, & Weigh Less yaitu terdiri dari sejumlah lemak dalam jumlah moderate, tapi sebagian besar berasal dari lemak tak jenuh tunggal yang sehat dan lemak tak jenuh omega-3. Diet ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, namun sebagian besar karbohidrat berasal dari makanan yang tidak dimurnikan dan kaya serat. Selain itu diet ini juga tinggi akan buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan, dengan jumlah daging dan keju yang moderat.


Orang yang tinggal di negara-negara Mediterania memiliki tingkat penyakit jantung yang lebih rendah dari yang diperkirakan. Namun gaya hidup tradisional di kawasan ini juga mencakup banyak aktivitas fisik, pola makan teratur, anggur, dan dukungan sosial yang baik. Sulit untuk mengetahui peran relatif dari faktor-faktor ini - namun ada bukti bahwa diet Mediterania dapat mengurangi risiko kardiovaskular dan perkembangan diabetes.

Sumber: Healthbeat Newsletter, 29 December 2017. Harvard Medical School. Trusted advice for healthier life.

No comments:

Post a Comment