Sunday 26 August 2018

Alkohol dan Usia: Sebuah Kombinasi yang Beresiko

Sumber Gambar: https://getaway.10best.com/13466412/what-is-the-drinking-age-in-england

Kebanyakan orang minum lebih sedikit saat mereka bertambah tua. Namun, beberapa mempertahankan pola minum yang berat sepanjang hidupnya, dan beberapa mengalami masalah dengan alkohol untuk pertama kalinya selama tahun-tahun berikutnya. Banyak tantangan yang dapat muncul pada tahap kehidupan ini - penghasilan berkurang, kesehatan yang terganggu, kesepian, dan kehilangan teman dan orang yang dicintai - dapat menyebabkan sebagian orang minum untuk melepaskan diri dari perasaan mereka.

Kombinasi beberapa faktor dapat menyebabkan kebiasaan minum - bahkan pada tingkat normal - menjadi perilaku yang semakin berisiko saat usia anda bertambah. Kemampuan untuk memetabolisme alkohol menurun. Setelah minum alkohol dalam jumlah yang sama, orang yang lebih tua memiliki konsentrasi alkohol darah yang lebih tinggi daripada orang yang lebih muda karena perubahan seperti volume total air tubuh yang lebih rendah dan tingkat penguraian alkohol yang lebih lambat oleh tubuh. Hal ini berarti satu atau dua gelas bir yang bisa Anda minum tanpa berpengaruh di usia 30-an atau 40-an memiliki dampak lebih besar jika Anda meminumnya di usia 60-an atau 70-an.

Tubuh Anda mungkin juga mengalami perubahan lain terkait usia yang meningkatkan risiko yang terkait dengan kebiasaan minum. Penglihatan dan pendengaran Anda mungkin memburuk; refleks Anda mungkin melambat. Perubahan-perubahan semacam ini dapat membuat Anda merasa pusing, teler, atau mabuk setelah minum bahkan hanya dalam jumlah kecil. Akibatnya, orang yang lebih tua lebih cenderung mudah terjatuh akibat alkohol, tabrakan mobil, atau jenis kecelakaan lainnya. Minum juga dapat memperburuk banyak kondisi medis umum di kalangan orang tua, seperti tekanan darah tinggi dan maag.

Selain itu, orang yang lebih tua cenderung mengkonsumsi lebih banyak obat dibandingkan dengan orang yang lebih muda, dan mencampurkan alkohol dengan obat yang dijual bebas dan yang diresepkan dapat berbahaya atau bahkan fatal.

Sumber: Healthbeat Newsletter, 04 August 2018. Harvard Medical School. Trusted advice for healthier life.

No comments:

Post a Comment